Kamis, 16 Desember 2021

Eksplorasi Dalam Dunia PAUD

A. Eksplorasi

    a. Pengertian Eksplorasi

    Eksplorasi adalah sebuah tindakan mencari atau melakukan penjelajahan dengan tujuan menemukan sesuatu, misalnya eksplorasi alam liar artinya menjelajahi alam liar dengan tujuan menemukan fauna atau flora yang terdapat di wilayah atau kawasan alam tersebut.

      Sebenarnya kegiatan eksplorasi sudah dilakukan anak semenjak bayi. Si kecil biasanya mulai bereksplorasi ketika ia menyusui, ini ditandai dengan tangan mungilnya yang mengusap pipi atau menarik-narik rambut sang ibu. Dan ketika si anak berajak mulai merangkak dan berjalan ia akan mencari sesuatu hal yang menarik, tidak cukup dengan mengamati si anak pasti akan mencoba memegang bahkan memasukkan benda-benda yang ia dapati ke dalam mulutnya.

      Dalam dunia pendidikan sendiri eksplorasi sangat penting karena bagi anak eksplorasi berguna untuk menemukan hal-hal baru. Dengan Kegiatan eksplorasi ini guru mendidik peserta didik untuk dapat aktif menemukan sendiri suatu informasi/ pengetahuan atau konsep ilmu baru dalam suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan baik di dalam ruang kelas maupun diluar ruangan. 


    b. Tipe Eksplorasi Anak

      Ada 4 tipe eksplorasi pada anak yang perlu guru dan orang tua ketahui, yaitu sebagai berikut:

    1. Eksperimen

      Anak dengan tipe eksperimen sangat gemar melakukan percobaan terhadap berbagai hal. Misalnya, katika anak melihat ibunya mencuci piring ia menemukan gelembung-gelumbung ditangan ibunya. Maka sang anak mulai tertarik untuk melalukan percobaan membuat gelembung dari sabun.

    2. Realistis

     Anak Tipe ini lebih mudah mempelajari hal-hal secara langsung. Misalnya, saat menghafal nama-nama suatu benda maka berikan bentuk asli dari benda tersebut. Anak tipe ini ketika bermain sudah mampu menggunakan mainan sesuai dengan fungsi mainan tersebut, seperti peralatan masak memasak mereka sudah mampu menirukan cara-cara orang tua memasak, manik-manik untuk meronce, mainan peralatan rumah sakit untuk bermain peran jadi pasien dan dokter, dan sebagainya

    3. Imajinasi

    Anak dengan tipe imajinasi akan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya menjadi alat bermain atau belajar sesuai dengan imajinasi yang ada dikepalanya. Misalnya, tempurung kelapa bisa jadi perlatan memasak, kardus bekas  bisa dijadikan mobil-mobil, mainan termometer tembak bisa dijadikan senjata-senjataan dan lain sebagainya.

    4. Observasi

    Anak dengan tipe eksplorasi observasi cenderung mempelajari berbagai macam hal dengan cara mengamati. Misalnya, ia akan memperhatikan ibunya yang berkebun di belakang rumah, mulai dari sang ibu mengolah kebun, menyemai bibit, menanam di media tanah, menyiram hingga memanen hasik kebun. Si anak terus mengamati dan ia akan meniru hal-hal yang anda lakukan dengan caranya sendiri, yaitu bermain kebun-kebunan.

    

     b. Kegiatan Eksplorasi Anak dalam Dunia PAUD

   Dalam dunia pendidikan guru sangat berperan penting membantu menstimulasi anak untuk dapat mengeksplorasikan dunianya. Guru dapat menggunakan berbagai macam pendekan dan media; menfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa, siswa dengan guru, siswa dengan sumber belajar sehingga setiap siswa dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan.

Berikut kegiatan-kegiatan Eksplorasi yang dapat/sering dilakukan guru :

    1. Mengenal Alam

    2. Mengenal Aneka Warna

    3. Mengenal Jenis-jenis Benda

    4. Membedakan Suara

    5. Bermain Lego/ Balok

    6. Bermain Kepingan Gambar

    7. Bermain Jari dan Berhitung

    8. Bermain Pasir dan Tanah

    9. Meronce dan merangkai

       Dengan adanya kegiatan eksplorasi anak dapat belajar memahami banyak hal meski terkadang terselip kekhawatiran, namun tetap berikan kepercayaan kepada mereka untuk mencoba berbagai macam hal baru dengan catatan hal-hal tersebut dapat dikontrol sehingga tidak membahayakan anak.


Rabu, 15 Desember 2021

ASPEK KEPRIBADIAN ANAK

Kepribadian (Personality) merupakan sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakan dirinya dengan orang lain. Kepribadian Seseorang bukanlah hal yang statis, ia memiliki sifat-sifat yang dinamis yang disebut dengan "Dinamika Kepribadian". Dinamika Kepribadian atau secara sederhana adalah proses/ tahapan pembentukan kepribadian seseorang. Perkembangan dinamika kepribadian berkembang pesat pada masa kanak-kanak, hal ini karena pada dasarnya jiwa seseorang pada masa kanak-kanak masih labil sehingga kepribadiannya pun belum matang. Maka disinilah titik punca pembentukan kepribadiannya hingga dewasa nanti.

Adapun dalam proses pembentukan kepribadian ini terdapat beberapa aspek yang berperan penting, yaknik sebagai berikut:

1. Lingkungan Keluarga (Ibu, Ayah, dan Anggota keluarga lainnya)

    "Ibu merupakan madrasah pertama bagi seorang anak, namun ayah merupakan tiang penyangga madrasah tersebut, dan anggota keluarga lain memrupakan pilar-pilar pengokoh"

2. Lingkungan Sekita (Tetangga)

    Kekompakan lingkungan disekitar rumah adalah point penting bagi pmbentukan kepribadian anak. "Menjaga perasaan seorang anak dengan bahasa tubuh dan tutur yang "apik" akan menuntun anak menuju pribadi yang "apik".

3. Lingkungan Sekolah (PAUD)

    Teman bermain ikut andil dalam membentuk pribadi anak-anak, namun disini teman bermain juga masih berusia dini sehingga guru adalah kunci utama pembentukan kepribadian dilingkungan sekolah. "Guru yang baik adalah guru yang bersifat "kekanak-kanakan".

4. The Inner Self Driven (Dorongan dari dalam diri sendiri)

    The Inner Self Driven seseorang adalah benteng pertahan terakhir dalam membentuk pribadi seseorang. Jika ke tiga lingkungan diatas berjalan dengan mulus maka sang anak akan menjad pribadi yang mampu mengontrol emosinya (senang, sedih, bahagia, kecewa, kesal, marah) dengan baik dan mampu menempatkannya pada tempatnya. Namun jika salah satu aspek diatas terganggu maka The Inner Self Driven perlu ditingkatkan, jika tidak ia akan mengalami kesulitan untuk menolong dirinya sendiri dikemudian hari.

Kendatipun kepribadian bersifat dinamamis namun Sanguinis, melankolis, plegmatis, atau koleris semua sangat bergantung pada aspek perkembangan saat masa kanak-kanak. (21 November 2021).

"Secangkir Hujan"

Mengitung 1-10